
Berita Game Dread Eye Tembus Amerika Serikat, Apa Rahasianya?
Kehadiran berita game terutama untuk kategori game terbaru yang populer sudah menjadi buruan para gamer. Tak terkecuali untuk game besutan anak bangsa. Ya, siapa sangka “Dread Eye”, game bertema horor kembali menembus Amerika Serikat. Seakan membius para pemainanya di negeri Paman Sam, kesuksesan game “Dread Eye” masih menyisakan tanda tanya besar. Kira-kira apa rahasia game ini bisa sampai sukses hingga AS?
Review Game Android Dread Eye Dan Rahasianya Tembus AS
Seperti apa perkembangan dunia game di tanah air? Apakah game PC bertema horor sama halnya mendapat respon terbaik di Amerika Serikat? Berikut adalah informasinya untuk kalian para gamer.
1. Tema horor lokal diminati gamer AS
Tema horor, rupanya bukan tema pertama yang sengaja dipilih oleh Digital Happines. Setelah berhasil menampilkan game online horor yang rilis tahun 2013, pihaknya rupanya mengulang tema yang sama yaitu horor. Menariknya, masyarakat Indonesia sangat doyan dengan tema horor daerah. Karena itu, startup asal Bandung ini ingin menjajal kecintaan masyarakat Indonesia dengan merilis game kedua bertajuk horor untuk gamer AS. Rupanya berawal dari tema horor lokal inilah para gamer dari tanah air maupun luar negeri sangat menyukai game “Dread Eye”. Hal ini membuktikan bahwa selain game khusus PC dan game Android, game bertajuk horor masih diminati gamer AS.
baca juga : 5 Rekomendasi game Perang Android Terbaik
2. Dread Eye adalah game VR dengan tokoh utama hantu Indonesia
Siapa sangka, karena tema dan bentuk game yang dihadirkan menjadikan “Dread Eye” sebagai game berpengaruh saat ini. Game tersebut bahkan masuk ke dalam jajaran nominator di ajang bergengsi. “Dread eye” sendiri rupanya bukanlah game Android biasa melainkan game berbasis virtual Reality atau VR. Lebih menariknya lagi, Tokoh yang ada di dalamnya adalah para hantu asal Indonesia. Para gamer dari tanah air pastinya bisa membayangkan sendiri keberagaman hantu yang ada di Indonesia. Hal inilah yang konon menjadi daya tarik tersendiri bagi gamer Amerika Serikat. Hantu-hantu yang muncul di dalamnya seperti pocong, kuntilanak, tuyul hingga genderuwo.
Nah, itulah kabar terbaru yang membanggakan bagi gamer dan startup tanah air. Jadi, game itu bukankah tidak harus melulu bergenre perang? Contohnya game hantu di atas, laris manis di AS.
Terima kasih sudah berkunjung 😁